Keutamaan Tadarus Al-Quran di Bulan Ramadan: Meneladani Sunnah Rasulullah dan Malaikat Jibril
Tim BerQuran · 26 Agustus 2026

Bulan Ramadan senantiasa dirindukan umat Islam karena setiap detik di dalamnya sarat dengan ampunan dan keberkahan. Salah satu amalan yang paling lekat dengan bulan suci ini adalah memperbanyak interaksi dengan kitab suci. Memahami keutamaan tadarus al quran di bulan ramadan bukan sekadar menambah wawasan spiritual, melainkan menjadi pemantik semangat agar Anda dapat mengisi hari-hari puasa dengan tilawah yang konsisten dan berkualitas.
Tadarus berasal dari kata darasa yang bermakna mempelajari, meneliti, dan mengulang kembali bacaan. Di bulan diturunkannya Al-Quran ini, meluangkan waktu khusus untuk membaca dan menyimak ayat-ayat suci merupakan bentuk ibadah lisan dan hati yang menghidupkan suasana rumah maupun masjid.
Meneladani Jejak Rasulullah SAW dan Malaikat Jibril AS
Aktivitas tadarus memiliki akar sejarah yang sangat mulia. Dalam riwayat yang masyhur, Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah SAW pada setiap malam di bulan Ramadan untuk saling menyimak dan memeriksa bacaan Al-Quran. Tradisi mudarasah ini menunjukkan bahwa Al-Quran selayaknya tidak hanya dibaca sendirian dalam keheningan, tetapi juga diperdengarkan dan disimak secara bergantian.
Ada dua hikmah mendalam dari keteladanan ini yang bisa Anda terapkan secara nyata:
- Memperbaiki Kualitas Bacaan (Tahsin): Saat Anda membaca di hadapan orang lain atau menyimak bacaan bersama, kekeliruan tajwid dan makhraj huruf dapat saling dikoreksi secara santun.
- Menjaga Konsistensi (Istiqomah): Bertadarus bersama menghadirkan rasa kebersamaan yang saling menguatkan, terutama saat rasa lelah atau kantuk mulai melanda di sela-sela ibadah puasa.
Keutamaan Utama Tadarus Al-Quran di Bulan Ramadan
Meluangkan waktu untuk bertadarus memberikan dampak nyata bagi kejernihan batin dan limpahan pahala. Beberapa keutamaan yang dianjurkan untuk diraih antara lain:
1. Pelipatgandaan Pahala Kebaikan
Setiap huruf Al-Quran yang dibaca bernilai kebaikan yang berlipat. Di bulan Ramadan, pintu-pintu kebaikan dibuka lebar sehingga setiap ayat yang Anda lantunkan menjadi tabungan amal yang jauh lebih berharga dibandingkan hari-hari biasa.
2. Ketenangan Hati dan Naungan Rahmat
Majelis yang di dalamnya dibacakan ayat-ayat suci diliputi oleh ketenteraman (sakinah), dinaungi oleh para malaikat, dan dicurahkan rahmat oleh Allah SWT. Mengisi waktu luang setelah sahur atau menjelang berbuka dengan tadarus dapat meredakan kepenatan pikiran dari rutinitas harian.
3. Syafaat di Hari Perhitungan
Puasa dan Al-Quran adalah dua amalan yang kelak saling melengkapi untuk memohonkan ampunan bagi pembacanya. Puasa menahan diri dari syahwat di siang hari, sementara Al-Quran menemani waktu malam seorang hamba.
Strategi Khatam Berkelompok Tanpa Rasa Terbebani
Banyak orang berniat mengkhatamkan Al-Quran 30 juz di bulan Ramadan, namun sering terhenti di pertengahan jalan karena beban target harian yang terasa berat jika dilakukan sendirian. Mengadopsi metode tadarus bersama dapat menjadi solusi praktis.
Berikut adalah pembagian peran dan metode yang bisa Anda terapkan:
- Sistem Pembagian Juz Berkelompok: Bentuk kelompok yang terdiri dari 5 hingga 30 orang bersama keluarga atau sahabat. Bagikan 1 juz untuk setiap anggota per hari, sehingga kelompok tersebut dapat menyelesaikan 30 juz setiap hari atau setiap pekan secara bergilir.
- Metode Simak-Gantian: Dalam satu lingkaran atau ruang pertemuan, satu orang membaca satu halaman bersuara sementara anggota lain menyimak mushaf masing-masing. Metode ini melatih fokus dan menjaga telinga tetap terbiasa mendengar lantunan yang benar.
- Memanfaatkan Wadah Digital: Jika jarak membatasi pertemuan fisik, Anda dapat memanfaatkan platform digital seperti BerQuran untuk membaca Al-Quran dengan suara merdu dan mengorganisasi grup ngaji agar target khatam bersama tetap tercapai secara teratur.
Langkah Konkret Menata Jadwal Tadarus Harian Anda
Agar niat baik Anda tidak sekadar menjadi rencana, buatlah komitmen terukur yang bisa dijalankan mulai hari ini melalui langkah-langkah berikut:
- Tentukan Waktu Pasti: Pilih waktu yang paling minim gangguan, misalnya 20 menit setelah shalat Subuh atau 30 menit sebelum istirahat malam. Jadikan waktu ini sebagai agenda tetap yang tidak digeser oleh aktivitas lain.
- Gunakan Rumus Shalat Lima Waktu: Bila target Anda adalah khatam pribadi satu juz per hari, bacalah 2 lembar (4 halaman) setiap kali selesai melaksanakan shalat fardhu. Cara ini membagi beban bacaan menjadi sangat ringan.
- Ajak Partner Tadarus: Tunjuk pasangan, anak, atau sahabat dekat sebagai teman saling mengingatkan. Berbagi progres tilawah harian akan menjaga motivasi tetap menyala sepanjang 30 hari.
Menghidupkan Ramadan dengan Al-Quran adalah bentuk syukur atas nikmat iman dan petunjuk hidup. Mari jadikan Ramadan kali ini lebih bermakna dengan memperbanyak lantunan ayat suci, memperbaiki bacaan, dan mempererat tali silaturahmi melalui tadarus bersama.