← Semua artikel

Adab

Adab dan Tata Cara Sujud Tilawah Saat Menemukan Ayat Sajdah

Tim BerQuran · 30 Agustus 2026

Adab dan Tata Cara Sujud Tilawah Saat Menemukan Ayat Sajdah

Saat Anda membaca atau menyimak lantunan Al-Quran, baik sendirian maupun dalam sesi tadarus bersama, Anda mungkin sesekali menemukan simbol kubah kecil atau tulisan "sajdah" di pinggir mushaf. Ayat tersebut dikenal sebagai ayat sajdah. Mengetahui dan menerapkan adab sujud tilawah dengan benar akan membantu Anda menghayati setiap peringatan keagungan Allah, sekaligus menjaga kesempurnaan ibadah tilawah Anda sehari-hari.

Mengenal Ayat Sajdah dan Makna di Balik Sujud Tilawah

Ayat sajdah adalah ayat-ayat tertentu dalam Al-Quran yang berisi perintah sujud, pengagungan kekuasaan Allah, atau celaan terhadap orang-orang yang enggan bersujud kepada-Nya. Terdapat belasan ayat sajdah yang tersebar di berbagai surah, seperti Surah Al-A'raf, Maryam, As-Sajdah, hingga Surah Al-Alaq.

Sujud tilawah merupakan sujud satu kali yang disunnahkan ketika seseorang membaca atau mendengar ayat sajdah tersebut. Praktik ini adalah wujud ketundukan langsung seorang hamba yang tidak ingin tergolong seperti kaum yang sombong. Ketika membaca ayat yang mengisahkan sujudnya para nabi dan malaikat, seorang muslim menyambut seruan tersebut dengan merebahkan dahi ke bumi.

Rangkaian Adab Sujud Tilawah Sebelum Bersujud

Agar sujud yang Anda lakukan bernilai optimal dan mencerminkan rasa hormat kepada kalam Ilahi, ada beberapa adab sujud tilawah yang perlu diperhatikan:

  • Menjaga Kesucian Diri dan Tempat: Mayoritas ulama menganjurkan agar seseorang berada dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar saat hendak bersujud tilawah, sebagaimana syarat sujud dalam shalat.
  • Menutup Aurat: Pastikan pakaian yang Anda kenakan memenuhi syarat menutup aurat dengan sempurna dan bersih dari najis.
  • Menghadap Kiblat: Saat menyadari bacaan telah sampai pada ayat sajdah, arahkan tubuh Anda menghadap kiblat sebelum merendahkan diri ke lantai.
  • Ketenangan dan Kekhusyukan: Jangan tergesa-gesa. Beri jeda sejenak setelah ayat selesai dibaca untuk mempersiapkan hati, berniat, dan bertakbir dengan tenang.
  • Menghargai Jamaah Lain: Jika Anda sedang menyimak tilawah bersama dalam grup ngaji di aplikasi BerQuran atau di majelis taklim, lakukan sujud tanpa membuat gerakan tiba-tiba yang mengganggu kekhusyukan anggota lain di sekitar Anda.

Tata Cara Praktis Sujud Tilawah

Pelaksanaan sujud tilawah dapat dibedakan menjadi dua kondisi, yaitu di luar shalat dan di dalam shalat. Keduanya memiliki langkah-langkah praktis tersendiri.

1. Tata Cara di Luar Shalat

Kondisi ini adalah yang paling sering dialami saat tadarus mandiri atau mengaji bersama. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Berhenti membaca sejenak setelah menyelesaikan ayat sajdah.
  2. Menghadap kiblat dalam posisi berdiri atau duduk (kedua posisi dibolehkan oleh para ulama).
  3. Berniat dalam hati untuk melakukan sujud tilawah karena Allah Ta'ala.
  4. Mengucapkan takbir (Allahu Akbar) seraya mengangkat kedua tangan (takbiratul ihram), lalu langsung turun bersujud satu kali.
  5. Membaca doa sujud tilawah di dalam sujud dengan tumakninah.
  6. Bangkit dari sujud seraya bertakbir menuju posisi duduk.
  7. Mengucapkan salam untuk mengakhiri rangkaian sujud (sebagaimana pendapat yang dianjurkan dalam mazhab Syafi'i).

2. Tata Cara di Dalam Shalat

Jika Anda membaca ayat sajdah saat shalat sendiri atau menjadi imam:

  1. Setelah membaca ayat sajdah selesai, ucapkan takbir tanpa mengangkat tangan, lalu langsung turun sujud satu kali (tanpa rukuk terlebih dahulu).
  2. Baca doa sujud tilawah.
  3. Bertakbir kembali untuk bangkit berdiri tegak ke posisi shalat semula.
  4. Lanjutkan membaca ayat berikutnya atau langsung melakukan rukuk jika ayat sajdah berada di akhir surah.

Catatan untuk makmum: Makmum wajib mengikuti imam. Jika imam melakukan sujud tilawah, makmum ikut sujud. Namun, jika imam tidak sujud, makmum tidak boleh bersujud sendirian.

Bacaan Doa Sujud Tilawah yang Masyhur

Ketika bersujud, Anda dianjurkan membaca doa yang telah diajarkan dalam tradisi keilmuan Islam. Salah satu bacaan yang sangat masyhur adalah doa pengakuan atas penciptaan panca indra:

"Sajada wajhiya lilladzi khalaqahu, wa shawwarahu, wa syaqqa sam'ahu wa basharahu bi haulihi wa quwwatihi, fatabarakallahu ahsanul khaliqin."

Doa ini memiliki makna: "Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membuka pendengaran serta penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya. Mahasuci Allah, sebaik-baik Pencipta."

Jika Anda belum hafal bacaan di atas, Anda tetap dapat membaca doa sujud biasa seperti tasbih yang sering dibaca dalam shalat (Subhana Rabbiyal A'la) atau memperbanyak puji-pujian kepada Allah.

Langkah Praktis yang Bisa Langsung Anda Lakukan

Agar tilawah harian Anda semakin hidup, berikut langkah sederhana yang bisa langsung Anda terapkan mulai hari ini:

  1. Perhatikan Tanda Sajdah: Kenali tanda-tanda ayat sajdah pada mushaf atau aplikasi yang Anda gunakan agar Anda tidak terlewat saat membacanya.
  2. Sediakan Ruang Bersih: Saat memulai sesi mengaji, pastikan area sekitar tempat duduk Anda cukup bersih untuk tempat sujud sewaktu-waktu.
  3. Hafalkan Doanya: Luangkan waktu beberapa menit untuk menghafal lafaz doa sujud tilawah agar Anda dapat membacanya dengan penuh penghayatan saat bersujud.

Artikel lainnya