← Semua artikel

Adab

Adab Membaca Al-Quran yang Perlu Diperhatikan

Tim BerQuran · 3 Agustus 2026

Adab Membaca Al-Quran yang Perlu Diperhatikan

Membaca Al-Quran bukan sekadar melafalkan huruf, tetapi juga menghadirkan adab yang menyertainya. Adab ini membantu bacaan menjadi lebih khusyuk dan menjaga penghormatan terhadap kalam Allah. Berikut beberapa adab membaca Al-Quran yang umum diperhatikan.

Dalam keadaan suci dan tempat yang layak

Dianjurkan membaca Al-Quran dalam keadaan berwudu, di tempat yang bersih dan tenang. Menyentuh mushaf secara langsung juga dikaitkan dengan keadaan suci. Memilih tempat yang tidak bising membantu menjaga konsentrasi.

Menghadirkan hati (tadabbur)

Adab yang paling utama adalah menghadirkan hati saat membaca — berusaha memahami dan merenungi makna ayat, bukan sekadar mengejar jumlah. Membaca dengan hati yang hadir membuat bacaan lebih berkesan dan mendekatkan diri kepada Allah.

Membaca dengan tartil

Al-Quran dianjurkan dibaca dengan tartil, yaitu perlahan dan jelas sesuai kaidah tajwid. Membaca terlalu cepat hingga mengorbankan kejelasan huruf sebaiknya dihindari. Tartil membantu setiap huruf terucap dengan haknya.

Memulai dengan taawuz dan basmalah

Sebelum membaca, dianjurkan membaca taawuz (a‘ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm), lalu basmalah pada awal surah (kecuali surah At-Taubah). Ini menandai kesiapan hati sebelum masuk ke bacaan.

Menjaga kesinambungan

Adab lain yang penting adalah menjaga kesinambungan membaca — sedikit tetapi rutin lebih baik daripada banyak sesekali. Amalan yang paling dicintai adalah yang dikerjakan terus-menerus meskipun sedikit.

Menjaga rutinitas dengan BerQuran

Agar rutinitas membaca lebih terjaga, aplikasi BerQuran membantu Anda membaca Al-Quran dengan suara sambil memantau progres secara otomatis. Fokus tetap pada kualitas bacaan dan kehadiran hati, sementara progres harian tercatat sendiri.

Artikel lainnya