Adab Mengoreksi Kesalahan Bacaan Al-Quran Orang Lain Saat Mengaji Bersama
Tim BerQuran · 14 September 2026

Mengikuti majelis tadarus Al-Quran bersama sahabat, keluarga, atau komunitas pengajian selalu menghadirkan keteduhan hati. Namun, ada satu momen yang kerap mendatangkan rasa canggung: ketika orang yang sedang membaca meleset melafalkan makhraj huruf atau keliru membaca harakat. Di satu sisi, kita ingin menjaga kemurnian kalamullah agar tidak terjadi pergeseran makna. Di sisi lain, ada kekhawatiran teguran spontan kita justru mempermalukan pembaca atau memadamkan semangat belajarnya. Oleh karena itu, memahami adab membetulkan bacaan al quran secara tepat menjadi bekal penting bagi siapa saja yang terbiasa mengaji bersama.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Menyela Bacaan?
Kunci pertama dalam mengoreksi bacaan adalah ketepatan waktu. Sering kali, pendengar yang berniat baik terburu-buru memotong tepat pada saat pembaca baru saja salah mengucapkan satu suku kata. Tindakan menyela secara mendadak dapat membuyarkan konsentrasi pembaca, membuat napasnya tersengal, dan memicu rasa panik.
Berikut panduan menentukan waktu menyela yang bijak:
- Beri jeda satu atau dua detik: Sering kali seorang pembaca menyadari kesalahannya sendiri begitu lafal tersebut terucap, lalu mengulangnya secara mandiri. Memberi sedikit ruang waktu menghargai kesadaran diri pembaca.
- Tunggu hingga tanda waqaf terdekat: Jika kesalahan tidak langsung merusak makna inti ayat secara fatal, biarkan pembaca menyelesaikan penggalan kalimat atau berhenti di tempat waqaf yang wajar sebelum Anda menyampaikan koreksi.
- Potong segera jika terjadi perubahan makna mendasar: Bila pembaca salah mengucapkan harakat pada lafal asmaul husna atau kata kerja yang membalikkan arti subjek dan objek, luruskan seketika sebelum pembaca melangkah terlalu jauh ke ayat berikutnya.
Teknik Membetulkan Tanpa Menimbulkan Rasa Malu
Cara Anda menyampaikan koreksi menentukan bagaimana teguran tersebut diterima. Tujuan koreksi adalah membantu pembaca memperbaiki diri, bukan menunjukkan siapa yang paling fasih di dalam ruangan. Menjaga air muka saudara seiman adalah bagian tak terpisahkan dari akhlak Islami.
Terapkan teknik praktis berikut saat Anda perlu meluruskan kekeliruan:
- Cukup bacakan kata yang benar: Hindari kalimat pembuka seperti "Salah itu," "Bukan begitu," atau "Kurang tepat." Cukup lafalkan kata yang keliru dengan artikulasi yang benar, intonasi datar, dan nada yang tenang. Contohnya, jika pembaca melafalkan an'amtu, Anda cukup melafalkan an'amta dengan jelas.
- Gunakan isyarat suara yang lembut: Jangan meninggikan volume suara melebihi volume pembaca utama. Suara koreksi yang terlalu keras akan terdengar seperti bentakan di telinga orang lain yang hadir.
- Fokus pada satu orang pemandu: Dalam kelompok mengaji, sebaiknya tentukan satu orang yang bertindak sebagai penyimak utama (misalnya guru atau peserta yang paling lancar). Jika semua orang serentak mengoreksi dengan nada berbeda-beda, pembaca akan merasa dihakimi dan kehilangan fokus.
Memilah Kesalahan: Mana yang Wajib Ditegur dan Mana yang Boleh Ditunda?
Dalam ilmu tajwid, kesalahan bacaan terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu kesalahan nyata (lahn jali) dan kesalahan tersembunyi (lahn khafi). Anda perlu membedakan perlakuan terhadap keduanya agar sesi mengaji tetap mengalir secara kondusif.
Kesalahan Nyata (Lahn Jali)
Kesalahan ini mencakup tertukarnya huruf (misalnya melafalkan huruf 'ain menjadi hamzah, atau tsa menjadi sin), bertambah atau berkurangnya huruf, serta kekeliruan harakat dhommah, fathah, atau kasrah. Kesalahan jenis ini berpotensi mengubah makna ayat, sehingga wajib dibetulkan secara langsung saat sesi membaca berlangsung.
Kesalahan Tersembunyi (Lahn Khafi)
Kesalahan ini biasanya berkaitan dengan penyempurnaan kaidah membaca, seperti durasi dengung (ghunnah) yang sedikit kurang panjang, kadar ketebalan huruf saat tafkhim yang belum optimal, atau panjang mad jaiz yang kurang seragam. Untuk pembaca tingkat pemula, jenis kekeliruan ini sebaiknya tidak dipotong di tengah-tengah ayat. Catat kesalahan tersebut dalam ingatan Anda, lalu sampaikan sebagai bahan evaluasi lembut setelah ia selesai membaca satu giliran penuh.
Adab Mengoreksi Bacaan di Ruang Mengaji Digital
Seiring berkembangnya kebiasaan mengaji jarak jauh, banyak komunitas tadarus kini memanfaatkan grup digital dan aplikasi Al-Quran interaktif. Sesi menyimak secara daring memiliki tantangan teknis tersendiri, seperti jeda audio (latency) dan gangguan sinyal.
Saat Anda mengaji bersama melalui fitur tilawah bersama di aplikasi seperti BerQuran, perhatikan etika tambahan berikut:
- Gunakan fitur mute secara disiplin: Pastikan mikrofon Anda berada dalam posisi mati saat orang lain sedang membaca agar suara napas, gesekan kain, atau kebisingan di sekitar Anda tidak menimpa suara pembaca utama.
- Antisipasi jeda koneksi internet: Sadari bahwa suara koreksi Anda mungkin sampai ke telinga pembaca sepersekian detik lebih lambat. Jangan terburu-buru mengulang koreksi bertubi-tubi karena hal itu menimbulkan gema yang membingungkan.
- Manfaatkan ruang pesan bila diperlukan: Untuk kesalahan minor tajwid yang tidak mendesak, Anda bisa menuliskannya dengan kalimat yang santun di kolom obrolan grup agar pembaca dapat membacanya setelah gilirannya usai tanpa menghentikan lantunan ayat.
Langkah Praktis Menjadi Pendengar dan Pengoreksi yang Menenangkan
Agar kehadiran Anda selalu membawa ketenangan bagi rekan-rekan satu halaqah, biasakan menjalankan tiga langkah sederhana ini sebelum membuka suara untuk mengoreksi:
- Luruskan niat di dalam hati: Tanyakan pada diri sendiri apakah Anda bersuara murni karena menghormati Al-Quran, ataukah terselip rasa ingin dinilai lebih mahir oleh anggota kelompok lain.
- Tahan reaksi spontan: Kontrol desahan napas, decakan lidah, atau gelengan kepala saat mendengar bacaan yang terpatah-patah. Reaksi non-verbal ini dapat meruntuhkan kepercayaan diri pembaca yang sedang berjuang memperbaiki lisannya.
- Berikan apresiasi tulus: Setelah giliran pembaca selesai dan evaluasi disampaikan, jangan lupa mengapresiasi usahanya. Kalimat apresiasi yang wajar akan menumbuhkan ketahanan belajar sehingga rekan Anda tidak pernah merasa jera untuk kembali membaca Al-Quran di hadapan orang lain.