← Semua artikel

Adab

Adab Menanggapi Adzan dan Salam Saat Sedang Membaca Al-Quran

Tim BerQuran · 9 September 2026

Adab Menanggapi Adzan dan Salam Saat Sedang Membaca Al-Quran

Ketika Anda sedang tenggelam dalam kekhusyukan melantunkan ayat-ayat suci, suara muazin tiba-tiba berkumandang dari pengeras suara masjid terdekat, atau seorang anggota keluarga masuk ke ruangan sambil mengucap salam. Situasi ini sering menimbulkan keraguan: apakah Anda harus terus membaca agar tidak memutus aliran bacaan, ataukah sebaiknya berhenti sejenak? Memahami adab membaca al quran saat adzan dan ketika menerima salam akan membantu Anda menempatkan setiap amalan pada porsi terbaiknya, tanpa merasa bersalah telah menghentikan tilawah.

Lebih Utama Melanjutkan Tilawah atau Menjawab Adzan?

Para ulama adab dan fikih umumnya menganjurkan seorang pembaca Al-Quran untuk menghentikan bacaannya sementara waktu ketika mendengar adzan. Dasar dari anjuran ini berakar pada kaidah ibadah: ada amalan yang sifatnya terikat oleh waktu sempit (muqayyad), dan ada amalan yang waktunya luas serta fleksibel (muthlaq).

Membaca Al-Quran adalah ibadah mulia yang dapat dilakukan kapan saja sepanjang hari. Sementara itu, menjawab panggilan adzan hanya berlangsung selama beberapa menit dan kesempatannya akan luput begitu muazin menyelesaikan lafaz terakhirnya. Dengan menghentikan tilawah sejenak untuk mengulang lafaz muazin, Anda tidak kehilangan pahala membaca Al-Quran, melainkan justru mengumpulkan dua kebaikan sekaligus: pahala tilawah yang baru saja Anda baca dan pahala menyambut seruan salat.

Sikap terbaik saat adzan mulai berkumandang adalah:

  • Menyelesaikan bacaan hingga akhir ayat terdekat (menemukan tanda waqaf yang sempurna) agar makna ayat tidak terputus secara rancu.
  • Menutup mushaf atau meletakkan gawai dengan tenang.
  • Menyimak muazin dengan saksama dan mengulang setiap kalimat yang dikumandangkan secara lirih.
  • Membaca doa setelah adzan selesai, memohonkan wasilah bagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, sebelum kembali melanjutkan tilawah.

Bagaimana Sikap yang Tepat Saat Mendengar Salam?

Berbeda dengan adzan yang merupakan seruan ibadah vertikal, salam adalah hak sesama muslim yang mengandung doa keselamatan dan kerukunan sosial. Hukum memulai salam umumnya adalah anjuran sunnah, namun menjawab salam dipandang sebagai kewajiban yang harus ditunaikan.

Jika seseorang memberi salam saat Anda sedang mengaji, berikut tata krama yang dianjurkan:

  1. Selesaikan kalimat atau ayat yang sedang dibaca: Jangan memotong kata di tengah-tengah suku kata. Tuntaskan hingga waqaf terdekat agar pesan firman Allah tetap utuh.
  2. Jawab salam dengan jelas: Berikan jawaban salam yang setara atau lebih baik, dengan intonasi yang ramah agar orang yang menyapa tidak merasa diabaikan atau merasa telah mengganggu ibadah Anda.
  3. Beri isyarat santun jika ingin fokus: Jika Anda sedang mengejar target hafalan atau tilawah penting, setelah menjawab salam Anda bisa menyampaikan dengan lembut bahwa Anda akan melanjutkan bacaan terlebih dahulu.

Bagi orang yang melihat saudaranya sedang membaca Al-Quran, adab yang baik sebenarnya adalah tidak mendahului memberi salam dengan suara keras jika dikhawatirkan memecah konsentrasi pembaca. Namun, jika salam tersebut sudah terlanjur terucap kepada Anda, menanggapi salam tersebut tetap menjadi prioritas adab.

Panduan Saat Mengaji Sendiri vs Mengaji Bersama (Tadarus)

Penerapan adab ini memiliki sedikit perbedaan teknis tergantung pada situasi tempat dan metode mengaji yang sedang Anda jalani.

1. Mengaji Mandiri di Rumah atau Masjid

Saat membaca Al-Quran seorang diri, keputusan berada sepenuhnya di tangan Anda. Begitu mendengar adzan, segera hentikan bacaan. Jangan merasa terbebani jika target juz harian Anda tertunda beberapa menit, karena menghormati panggilan salat adalah bagian dari takzim kepada syiar Allah.

2. Mengaji Bersama dalam Grup atau Halaqah

Jika Anda sedang berada dalam majelis tadarus tatap muka atau sedang menyimak giliran membaca dalam kelompok online, pemimpin majelis atau orang yang sedang mendapat giliran membaca sebaiknya mengambil inisiatif untuk berhenti pada akhir ayat. Beri jeda bagi seluruh anggota halaqah untuk menjawab adzan bersama-sama.

Begitu pula saat Anda memanfaatkan ruang digital seperti grup mengaji di aplikasi BerQuran, koordinasi menjadi kunci. Ketika masuk waktu salat di wilayah mayoritas peserta, Anda dapat memanfaatkan jeda adzan untuk beristirahat sejenak, mendengarkan adzan di lingkungan masing-masing, dan menunaikan salat tepat waktu sebelum melanjutkan target khataman bersama.

Langkah Konkret yang Bisa Langsung Anda Praktikkan Hari Ini

Agar tilawah harian Anda tertata rapi dan penuh berkah adab, gunakan panduan praktis berikut setiap kali adzan berkumandang di tengah sesi mengaji:

  1. Hentikan pada tanda waqaf: Begitu lafaz Allahu Akbar pertama terdengar, tuntaskan ayat yang sedang dibaca hingga akhir tanda berhenti yang tepat, lalu tahan napas dan jeda bacaan.
  2. Jawab lafaz muazin satu per satu: Tirukan kalimat muazin secara runtut. Khusus pada seruan hayya 'alash-shalah dan hayya 'alal-falah, gantikan dengan kalimat laa haula wa laa quwwata illaa billaah sebagaimana yang masyhur diajarkan.
  3. Lafazkan doa sesudah adzan: Panjatkan doa permohonan wasilah dan fadhilah dengan penuh penghayatan.
  4. Mulai kembali bacaan dengan benar: Saat hendak membuka kembali mushaf, disunnahkan membaca ta'awwudz (memohon perlindungan dari godaan setan) sebelum melafazkan ayat berikutnya, terutama jika jeda adzan dan doa berlangsung cukup lama.

Mengintegrasikan adab-adab kecil ini tidak akan mengurangi kenikmatan membaca Al-Quran. Sebaliknya, kepekaan Anda terhadap panggilan adzan dan sapaan salam justru menunjukkan bahwa tilawah yang Anda lantunkan telah meresap ke dalam perilaku, menjadikan setiap detik ibadah Anda bernilai utuh di hadapan Allah.

Artikel lainnya