Adab Memuliakan Mushaf Al-Quran: Panduan Meletakkan dan Membawanya Sesuai Syariat
Tim BerQuran · 19 September 2026

Bagi setiap muslim, lembaran Al-Quran memuat firman Allah Yang Maha Mulia, sehingga perlakuan terhadap bentuk fisiknya menuntut penghormatan yang tulus. Menjaga adab memuliakan mushaf al quran adalah bukti nyata dari rasa takzim dan ketakwaan batiniah seseorang terhadap kalamullah. Penghormatan ini tidak hanya hadir saat ayat-ayatnya dilantunkan dengan tartil, tetapi juga tampak dari cara Anda mengambil, membawa, meletakkan, dan menyimpannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kerap kali dalam rutinitas yang padat, beberapa kebiasaan kecil terlewatkan. Meletakkan mushaf bercampur dengan tumpukan berkas kerja, menaruhnya di atas lantai karpet tanpa alas, atau membawanya sejajar dengan lutut saat tergesa-gesa merupakan hal yang sebaiknya dihindari. Dengan memahami panduan yang bersumber dari keteladanan para ulama salaf, Anda dapat memastikan setiap interaksi fisik dengan mushaf senantiasa terjaga kemuliaannya.
Bagaimana Posisi Terbaik Meletakkan Mushaf di Rumah dan Masjid?
Salah satu prinsip mendasar dalam adab memperlakukan mushaf adalah memastikan posisinya selalu berada di tempat yang terhormat, bersih, dan lebih tinggi daripada benda-benda duniawi lainnya. Berikut adalah beberapa panduan praktis yang perlu Anda perhatikan di rumah maupun di masjid:
- Posisikan di Tempat yang Lebih Tinggi: Selalu letakkan mushaf di rak paling atas dalam lemari buku Anda. Jangan menaruh kitab tafsir, buku umum, dokumen kantor, apalagi barang-barang perabot rumah tangga di atas tumpukan mushaf Al-Quran.
- Gunakan Penyangga atau Meja Kecil: Hindari meletakkan mushaf langsung di atas lantai, meskipun lantai tersebut beralaskan karpet masjid yang bersih. Gunakan rehal, meja lipat kecil, atau bantal khusus agar posisi mushaf tetap terangkat saat Anda membacanya.
- Jangan Menjadikannya Tumpuan Barang: Kebiasaan menaruh kacamata baca, ponsel, pulpen, atau cangkir minuman di atas mushaf yang sedang tertutup adalah kekeliruan yang sering tidak disadari. Pastikan bagian atas mushaf selalu bersih dari benda apa pun.
- Hindari Meluruskan Kaki ke Arah Mushaf: Saat Anda duduk santai, bersandar, atau beristirahat di ruangan tempat mushaf diletakkan, perhatikan arah kaki Anda. Jangan menjulurkan telapak kaki tepat mengarah ke mushaf yang berada di dekat Anda sebagai bentuk sopan santun.
Panduan Membawa Mushaf Saat Bepergian dan Beraktivitas
Membawa mushaf ke majelis taklim, kantor, atau tempat pengajian memerlukan perhatian tersendiri agar fisiknya tetap terlindungi dari kotoran dan benturan. Ada etika fisik yang diajarkan para ulama dalam membawa mushaf:
- Dekap di Bagian Dada: Ketika membawa mushaf dengan tangan terbuka, bawalah dengan mendekapnya di dada atau minimal setinggi pusar ke atas. Hindari menjinjing mushaf dengan posisi tangan lurus ke bawah sejajar dengan paha atau betis.
- Gunakan Sarung atau Tas Khusus: Masukkan mushaf ke dalam kantong kain (pouch) atau tas tersendiri. Langkah ini mencegah sampul dan tepian kertas terlipat, kotor, atau terkena cipratan air saat di perjalanan.
- Perhatikan Penempatan di Kendaraan: Jika Anda berkendara roda empat, letakkan tas berisi mushaf di atas kursi penumpang atau pangkuan Anda. Jangan sekali-kali meletakkannya di lantai mobil atau di bawah kolong kursi.
- Kewaspadaan Terhadap Ruang Bersuci: Jangan membawa mushaf masuk ke dalam kamar mandi, toilet, atau bilik wudhu yang menjadi satu dengan kloset. Titipkan tas Anda kepada kerabat atau letakkan di loker penyimpanan luar sebelum Anda masuk ke area tersebut.
Kesiapan Diri Sebelum Menyentuh Lembaran Mushaf
Penghormatan terhadap mushaf Al-Quran berkaitan erat dengan kebersihan fisik orang yang memegangnya. Para ulama dari empat mazhab menganjurkan, bahkan sebagian mewajibkan, seseorang berada dalam keadaan suci sebelum menyentuh lembaran mushaf fisik.
Mengambil wudhu terlebih dahulu sebelum membuka mushaf adalah adab yang paling utama. Selain itu, pastikan jemari Anda bebas dari minyak, debu, atau sisa makanan. Membaca Al-Quran dengan mulut yang telah dibersihkan—misalnya dengan bersiwak atau menyikat gigi—juga menjadi bagian dari kesempurnaan adab menyambut firman-Nya.
Apabila Anda sedang berada dalam perjalanan jauh, situasi transit yang padat, atau kondisi di mana menjaga wudhu terasa menantang, pemanfaatan mushaf digital di ponsel pintar dapat menjadi jalan keluar. Anda dapat memanfaatkan aplikasi seperti BerQuran untuk melanjutkan tilawah harian dan murojaah bersama grup ngaji tanpa kekhawatiran terkait adab fisik membawa mushaf cetak ke area-area umum yang riskan.
Menangani Mushaf yang Telah Rusak atau Robek
Seiring berjalannya waktu, lembaran mushaf yang sering dibaca mungkin saja mengalami kerusakan, jilidannya terlepas, atau kertasnya mulai rapuh. Islam melarang keras membuang lembaran ayat suci ke tempat sampah bersama limbah rumah tangga biasa.
Terdapat dua cara terhormat yang lazim dianjurkan para ulama terdahulu untuk menangani mushaf yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk dibaca:
- Memperbaiki dan Menjilid Ulang: Jika kerusakan masih ringan, perbaiki jilidannya menggunakan lem khusus atau serahkan kepada jasa penilidan buku profesional agar mushaf tersebut dapat dimanfaatkan kembali.
- Mengubur di Tempat yang Bersih: Bungkus lembaran yang rusak dengan kain bersih, lalu kuburkan di tanah yang bersih, dalam, dan jarang dilalui orang agar tidak terinjak-injak.
- Membakar Secara Tertutup hingga Menjadi Abu: Sebagaimana riwayat masyhur mengenai pengumpulan mushaf pada masa para sahabat, membakar lembaran mushaf yang rusak dengan api yang membakar habis hingga menjadi abu lembut merupakan cara yang sah untuk mencegah penghinaan atau tercecernya ayat-ayat suci.
Langkah Praktis yang Bisa Anda Mulai Hari Ini
Menerapkan adab memuliakan mushaf al quran tidak memerlukan perubahan yang rumit. Anda bisa memulainya detik ini juga dengan langkah-langkah sederhana berikut:
- Periksa rak buku atau lemari di rumah Anda; pindahkan mushaf ke susunan paling atas jika saat ini posisinya masih berada di bawah buku-buku lain.
- Siapkan satu rehal kayu atau meja baca kecil di sudut tempat Anda biasa menunaikan shalat di rumah.
- Periksa meja kerja Anda dan pastikan tidak ada benda seperti telepon genggam atau catatan kerja yang menindih mushaf.
- Sediakan pouch pelindung khusus di dalam tas kerja jika Anda terbiasa membawa mushaf saku ke kantor.
Menjaga kemuliaan mushaf adalah perwujudan cinta kita kepada Allah dan firman-Nya. Semoga setiap ikhtiar kecil yang Anda lakukan dalam merawat, membawa, dan menempatkan mushaf menjadi wasilah bertambahnya keberkahan dan kecintaan Anda terhadap Al-Quran.