← All articlesEtiquette

Adab Bersuci dan Bersiwak Sebelum Membaca Al-Quran: Menyucikan Diri Menjemput Berkah

BerQuran Team · October 19, 2026

Adab Bersuci dan Bersiwak Sebelum Membaca Al-Quran: Menyucikan Diri Menjemput Berkah

Membaca Al-Quran merupakan bentuk komunikasi paling intim antara seorang hamba dengan Penciptanya. Setiap ayat yang dilantunkan membawa kemuliaan, sehingga para ulama sejak zaman dahulu selalu menekankan pentingnya adab lahiriah sebelum menyelami makna batiniah. Salah satu fondasi utama yang perlu diperhatikan adalah adab bersuci sebelum membaca al quran, yang mencakup kebersihan tubuh secara menyeluruh serta kesucian lisan melalui amalan bersiwak. Menyiapkan diri dalam keadaan suci bukan sekadar formalitas ibadah, melainkan cerminan rasa hormat dan kesungguhan kita dalam menyambut petunjuk ilahi.

Mengapa Bersuci dan Menjaga Kebersihan Mulut Begitu Dianjurkan?

Ketika Anda hendak bertemu dengan tokoh yang sangat dihormati, Anda tentu akan mandi, mengenakan pakaian terbaik, dan memastikan aroma tubuh tetap segar. Menghadap firman Allah Subhanahu wa Ta'ala tentu menuntut penghormatan yang jauh lebih tinggi. Bersuci memiliki dimensi ganda, yaitu membersihkan diri dari kotoran kasat mata sekaligus mengangkat hadas agar jiwa lebih tenang saat berinteraksi dengan wahyu.

Mulut adalah jalan keluar bagi huruf-huruf Al-Quran yang suci. Dalam berbagai riwayat yang masyhur di kalangan para ulama, para malaikat sangat menyukai aroma yang bersih dan kerap mendekat kepada orang-orang yang melantunkan dzikir serta ayat suci. Sebaliknya, sisa makanan atau bau mulut yang tidak sedap dapat mengganggu kenyamanan diri sendiri dan orang di sekitar, terutama jika Anda sedang membaca Al-Quran dengan suara lantang di masjid atau dalam majelis ngaji.

Panduan Praktis Bersuci: Dari Hadas Menuju Ketenangan Hati

Menjaga kesucian sebelum tilawah dapat dilakukan melalui beberapa tahapan yang tertib dan penuh kesadaran. Berikut panduan yang dapat Anda terapkan sehari-hari:

  • Memastikan Kesucian dari Hadas Besar: Jika Anda berada dalam keadaan junub atau setelah masa haid/nifas, mandi wajib adalah keharusan sebelum membaca Al-Quran menurut pandangan mayoritas ulama. Hal ini memastikan tubuh sepenuhnya kembali bersih dan siap menerima keberkahan bacaan.
  • Berwudhu dengan Sempurna: Mengambil wudhu sebelum tilawah adalah anjuran yang sangat kuat (mustahab), bahkan diwajibkan oleh jumhur ulama ketika Anda menyentuh mushaf cetak secara langsung. Lakukan wudhu secara perlahan, ratakan air ke seluruh anggota tubuh yang wajib, dan hindari tergesa-gesa agar wudhu menghadirkan ketenangan batin.
  • Membersihkan Pakaian dan Tempat: Pastikan sarung, mukena, atau pakaian yang Anda kenakan bebas dari najis. Pilihlah sudut ruangan yang tenang, bersih, dan harum agar konsentrasi tilawah Anda tidak terganggu oleh pemandangan yang berantakan.

Bagaimana jika Anda membaca ayat melalui gawai? Meski menyentuh layar gawai digital secara umum dianggap tidak sama dengan memegang lembaran mushaf fisik, menyucikan diri dengan berwudhu tetap menjadi adab utama yang dianjurkan. Baik saat Anda menyimak murattal maupun membaca mandiri lewat aplikasi seperti BerQuran, berada dalam kondisi suci akan membantu menghadirkan kekhusyukan yang serupa dengan memegang mushaf secara langsung.

Tata Cara dan Adab Bersiwak Sebelum Melantunkan Kalam Ilahi

Bersiwak merupakan salah satu sunnah yang sangat dicintai oleh Rasulullah. Selain bernilai ibadah, siwak secara medis terbukti efektif membersihkan plak, mengurangi bau mulut, dan merangsang kesegaran rongga mulut. Jika Anda belum terbiasa menggunakan kayu siwak alami (dahan pohon arak), penggunaan sikat gigi dan pasta gigi yang bersih juga dapat mewakili tujuan membersihkan mulut ini.

Agar amalan bersiwak mendatangkan pahala dan manfaat yang optimal, Anda dapat memperhatikan adab-adab praktis berikut:

  1. Niatkan Menjalankan Sunnah: Sebelum mulai membersihkan mulut, hadirkan niat di dalam hati bahwa Anda melakukannya untuk menyambut kalamullah dan meneladani tuntunan Nabi.
  2. Gunakan Tangan Kanan: Pegang kayu siwak dengan tangan kanan. Tempatkan ibu jari dan kelingking di bagian bawah batang siwak, sementara tiga jari lainnya berada di bagian atas untuk memudahkan kendali.
  3. Mulai dari Sisi Kanan: Gerakkan siwak secara melintang (horizontal) pada permukaan gigi dan gusi, diawali dari bagian kanan atas dan bawah, kemudian beralih ke sisi kiri. Jangan lupa untuk membersihkan permukaan lidah secara perlahan agar sisa endapan hilang.
  4. Jaga Kebersihan Batang Siwak: Cuci siwak dengan air bersih sebelum dan sesudah digunakan. Jika serat-serat kayu sudah mulai rusak atau kehilangan kesegarannya, potong bagian ujungnya dan kelupas kulit luar yang baru.
  5. Kumur dengan Bersih: Setelah bersiwak, berkumurlah dengan air bersih untuk membuang sisa serat kayu atau kotoran yang terlepas dari sela-sela gigi.

Menghindari Hal-Hal yang Mengurangi Keberkahan Lisan

Selain membersihkan mulut secara fisik, menjaga kebersihan lisan juga mencakup menghindari makanan atau kebiasaan yang meninggalkan bau menyengat sebelum Anda mulai mengaji. Makanan beraroma tajam seperti bawang mentah atau petai sebaiknya dihindari sesaat sebelum jadwal tilawah. Jika Anda baru saja mengonsumsinya, pastikan Anda menyikat gigi, berkumur dengan cairan pembersih mulut, atau mengunyah bahan alami yang menyegarkan nafas.

Lebih dari itu, kesucian lisan juga menuntut kita untuk menjaga ucapan dari perkataan sia-sia, dusta, maupun ghibah sebelum dan sesudah membaca Al-Quran. Lisan yang terbiasa dijaga dari perkataan buruk akan jauh lebih mudah merasakan getaran keindahan saat melafalkan ayat-ayat suci.

Langkah Konkret yang Bisa Anda Lakukan Sekarang

Membangun kebiasaan baru membutuhkan konsistensi langkah kecil. Sebelum sesi tilawah Anda berikutnya, cobalah ikuti rutinitas persiapan sederhana ini:

  • Sediakan batang siwak atau sikat gigi khusus di dekat tempat Anda biasa membaca Al-Quran.
  • Alokasikan waktu 3 hingga 5 menit sebelum waktu mengaji untuk memperbarui wudhu dan membersihkan mulut tanpa terburu-buru.
  • Kenakan pakaian yang bersih dan gunakan sedikit wewangian non-alkohol untuk menciptakan suasana ibadah yang nyaman.
  • Duduklah dengan tenang menghadap kiblat, ambil nafas dalam-dalam, lalu mulailah membaca ta'awudz dan basmalah dengan lisan yang telah disucikan.

Dengan memadukan kebersihan fisik dan kesucian jiwa, setiap huruf yang Anda baca insya Allah akan terasa lebih bermakna, menenangkan hati, serta mendatangkan limpahan berkah dalam kehidupan sehari-hari.

More articles